IPARI Riau Perkuat Moderasi Beragama Lewat Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Lintas Agama

Selasa, 13 Januari 2026 | 01:19:00 WIB
Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Riau menegaskan komitmennya dalam memperkuat moderasi beragama melalui pelaksanaan Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Lintas Agama

SEBALIK.COM, PEKANBARU – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Riau menegaskan komitmennya dalam memperkuat moderasi beragama melalui pelaksanaan Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Lintas Agama. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan IPARI terhadap program strategis Kementerian Agama Republik Indonesia.

Ketua IPARI Provinsi Riau, Masrizal, SAg, MH, menyampaikan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, memperkuat kerukunan umat, serta membangun kesadaran masyarakat terhadap kepedulian lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah awal penguatan koordinasi sekaligus kesiapan panitia dalam menyukseskan agenda strategis yang direncanakan berlangsung di Kota Pekanbaru. Kegiatan ini juga diproyeksikan sebagai forum konsolidasi lintas agama untuk memperkuat harmoni dan kerja sama antarumat beragama di Provinsi Riau.

Sementara itu, Sekretaris IPARI Provinsi Riau membacakan Surat Keputusan (SK) Panitia Kemah Kerukunan dan Ekoteologi sebagai dasar resmi pembagian tugas, peran, dan tanggung jawab kepanitiaan lintas bidang dalam pelaksanaan kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, IPARI Kota Pekanbaru menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah yang profesional, solid, dan kolaboratif. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi wujud nyata pengabdian penyuluh agama dalam memperkuat persatuan, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta mewujudkan kemaslahatan umat di Provinsi Riau.

Selain mempererat kerukunan umat beragama, Kemah Kerukunan dan Ekoteologi juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup berbasis nilai-nilai keagamaan atau ekoteologi. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan penguatan moderasi beragama yang berorientasi pada keberlanjutan. (*)

Terkini